Nyantri sambil Kuliah? Why Not?

Ditulis oleh: -
Apa kira-kira yang terpikir dalam benak kita ketika mendengar Pesantren? Jika kita pesantren pasti teman-teman memanggil kita pak ustadz/ustadzah, yang pernah pasti merasakannya. Padahal kita ini Santri, dan kalau cita-cita saya memang ingin menjadi santri selamanya. Bahkan sampai ajal menjemput, jadi santri itu enak sob. Pangkat paling tinggi di dunia!!! Gak percaya? Makannya #AyoMondok

Penyesalan paling besar dalam hidup saya adalah mengapa tidak masuk pondok dari dulu. sebenarnya memang cita-cita waktu SMP, kalau lulus SMP maunya langsung ke pondok. Soalnya Sepupu saya lulusan pesantren dan sudah Mukim serta jadi Ustadz di tempat barunya, kakak saya juga dari pesantren, bahkan temen masa kecil langsung ke pesantren habis SMP tidak meneruskan SMA. Tapi kenyataan berkata lain. Kalau bisa mengulang waktu saya, sepertinya dari SD saja saya langsung ke pondok. Tidak sekarang, saya sangat malu bahkan untuk membaca kitab kuning saja saya tidak bisa. Jangankan membaca kitab kuning untuk ilmu dasarnya saja (Nahwu dan Shorof) sampai sekarang saya belum bisa. Bahkan untuk membaca Al-Qur'an, saya masih belum lancar dan masih sangat jauh dari pada kesempurnaan sangat banyak kesalahan-kesalahan yang saya tidak sadari.

Tapi tidak ada kata terlambat untuk belajar, daripada terus merenungi hal yang sudah terjadi lebih baik memperbaiki diri sekarang. Karena, masa lalu dan masa depan adalah hal yang fana. Seperti yang terkandung dalam kalimat tauhid "لاموجودالاالله" DIDIEU KIEU AYEUNA ABDI TAPAK DAMEL ALLOH, atau kalau di terjemahkan dalam bahasa Indonesia 'Tidak ada yang wujud kecuali Allah'. Mungkin ini sudah menjadi takdir saya untuk masuk pesantren pas masuk kuliah.

Dan sekarang saya mondok di pesantren terbaik dan mungkin hanya satu-satunya yang ada di Indonesia!!! Mengapa?
  1. Ustadz-ustadznya merupakan lulusan terbaik dari berbagai pesantren yang ada di indonesia seperti dari Ponpes Miftahul Huda (Manonjaya, Tasikmalaya), dari Ponpes Cipasung (Orang paling dekat dengan Kyai Ilyas Ruhiat), Ponpes Sukamiskin, Ponpes Tremas (Pacitan Jatim), dll.
  2. Merupakan ponpes paling terbuka untuk berbagai kalangan ormas dll, para santrinya yang merupakan mahasiswa tentu sudah mempunyai latar belakang masing-masing mulai dari NU, Muhamadiyah, Persis, HTI, Tarbiyah (PKS), Jama'ah Tablig (JT), dll. Tapi tetap bisa sholat, ngaji, tidur, bercanda dll bareng. Ini yang paling diharapkan semua bisa bersatu tanpa berselisih, berkelahi, adu argumen dll. Dan bisa menjadi teladan untuk indonesia kedepan semua kalangan bisa bersatu tanpa perselisihan.
  3. Walaupun terletak di kota bandung (Dago), tetap menggunakan konsep salaf yaitu seperti bisa mengaji kitab kuning langsung. Jadi kita bisa belajar melogat, dan tahu arti kata-kata dalam bahasa arab walaupun sedikit-sedikit. Bukan pesantren modern yang dari terjemahan-terjemahan dan pesantren ini Berhaluan/Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Bukan wahabi, syi'ah ataupun aqidah sesat lainnya.
  4. Kitab-kitabnya sama dengan pesantren salaf, untuk aqidah (Tijan Darori, Aqidah Islamiyah, dll), akhlak (Akhlak Lil Banin, Nashoihul Ibad, Riyadoh), fiqih (Safinah,  Fathul Qorib, dll), dan masih banyak lagi kitab kuning lainnya bisa di cek DISINI. Serta belajar Tahsin, Qiraat/Mujawad (Seni baca Al-Quran), Hadist, Tafsir Ibnu Abbas, Muhadhoroh (Belajar Ceramah), Tsaqofah Islam, Ta'limul Muta'alim dan lainnya.
  5. Sering di adakan Kegiatan Rihlah dan silaturahmi kepada Rumah Santri, jadi ada kenalan di setiap kota jika kita nanti liburan kemanapun.
  6. Masih banyak lagi.

Dan nama pesantrennya adalah PPM Miftahul Khoir (Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir), nama tersebut di berikan oleh Uwa Ajengan Choer Affandi (Pengasuh Ponpes Miftahul Huda) yang artinya Pembuka Kebaikan/Kunci Kebaikan. Pondok pesantren Miftahul Khoir (Mimkho) terletak di Jl. Tubagus Ismail VIII No. 60 Dago - Bandung

Mimkho memiliki visi "Membentuk Intelektual yang ulama dan ulama yang intelek" karena hampir semua santrinya adalah Mahasiswa yang ada di sekitar bandung mulai dari ITB, UNPAD, UPI, UNIKOM, UIN, UNISBA, UNPAS, POLMAN, POLBAN, POLTEKES, ITENAS, EKUITAS, WIDYATAMA, TELKOM, STIKES, STKS, STMIK, dll kurang lengkap gimana coba? kita mempunyai teman diberbagai universitas yang ada di bandung? Tidak percaya? Cek DISINI.

Jadi bagaimana tertarik tidak Mondok Sambil Kuliah?
Seperti yang di katakan Gus Mus "Tidak usah takut untuk Kuliah sambil Pesantren. Justru Kalian harus seperti itu, karena dengan begitu kalian akan merangkul dunia sekaligus memeluk akhirat."

Karena saat ini Mimkho sedang Membuka Pendaftaran Santri Baru!!! Untuk Pamflet bisa dilihat dibawah:
Zoom Untuk Memperjelas
Poster Penerimaan Santri Baru PPM Miftahul Khoir

Sebenarnya untuk waktu pendaftaran di buka sepanjang tahun, sebab tidak baik jika ada orang yang mau mondok di tolak kecuali kalau asrama/kobongnya sudah penuh. Jadi jika kamu mahasiswa atau MABA yang kuliah di bandung ayo cepet-cepet daftar!!! #AyoMondok #Ditunggu

Untuk Informasi lebih lanjut bisa ke website resmi mimkho:
www.ppmmiftahulkhoir.com
Atau kontak yang tersedia di pamflet.
Cari Pondok Pesantren di Bandung? Miftahul Khoir jawabannya!!!

0 comments "Nyantri sambil Kuliah? Why Not?", Baca atau Masukkan Komentar

Post a Comment

Rules:

1. No Spam